Total Tayangan Halaman

Rabu, 18 Juli 2012

Raba

senja yang tiba-tiba muncul
terselip diantara malam yang ku hadirkan sendiri
cahaya itu sedikit mengagetkanku
membuat segalanya tampak terang untukku.


di pojokkan itu
ya, di sana itu
biasa aku termenung memandang langit
yang selalu tampak malam untukku

memandang langit malam
tak ubahnya membuatku meraba masa depan
ya, masa depan yang ku harapkan dapat bersamamu
selalu seperti itu

air mata tak ubahnya bagai peluh 
yang senantiasa hadir di tengah usahaku meraba
antara sedikit ragu dan yakin
aku takut terlalu jauh meraba

aku takut ketika malam datang
dan kau tak ada di sampingku
dan aku hanya mampu menggigit jemariku
hanya untuk mengatasi takutku

entah hanya sekedar malam yang selalu ku hadirkan
ataukah kesengajaan senja yang kerap meninggalkan

aku,
aku tak mau terlalu jauh meraba
cinta.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar