senja yang tiba-tiba muncul
terselip diantara malam yang ku hadirkan sendiri
cahaya itu sedikit mengagetkanku
membuat segalanya tampak terang untukku.
ya, di sana itu
biasa aku termenung memandang langit
yang selalu tampak malam untukku
memandang langit malam
tak ubahnya membuatku meraba masa depan
ya, masa depan yang ku harapkan dapat bersamamu
selalu seperti itu
air mata tak ubahnya bagai peluh
yang senantiasa hadir di tengah usahaku meraba
antara sedikit ragu dan yakin
aku takut terlalu jauh meraba
aku takut ketika malam datang
dan kau tak ada di sampingku
dan aku hanya mampu menggigit jemariku
hanya untuk mengatasi takutku
entah hanya sekedar malam yang selalu ku hadirkan
ataukah kesengajaan senja yang kerap meninggalkan
aku,
aku tak mau terlalu jauh meraba
cinta.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar