Total Tayangan Halaman

Sabtu, 06 Oktober 2012

Resah di H- yang Tak Kunjung Usai

Gak tau kenapa rasanya jenuh aja ketika gua mesti nyadar kalo semester ini gua belum bisa selesai tepat waktu. Rasanya target gua tuh gak kepegang aja. Lolos semua alias gagal. Aiiiiiisssssh -.- mesti berlama-lama lagi berkutat dengan revisian-revisian dll. Bosen sih, tapi itu dah jalan yang mesti gua lanjutin.

Rabu, 18 Juli 2012

Raba

senja yang tiba-tiba muncul
terselip diantara malam yang ku hadirkan sendiri
cahaya itu sedikit mengagetkanku
membuat segalanya tampak terang untukku.


Minggu, 13 Mei 2012

Nyanyian Indah Di Pagi Hari Ini


Terlalu Manis

Kuambil gitar dan mulai memainkan
Lagu lama yang biasa kita nyanyikan
Tapi tak sepatah kata yang bisa terucap
Hanya ingatan yang ada di kepala

Hari berganti, angin tetap berhembus
Cuaca berubah, daun-daun tetap tumbuh
Kata hatiku pun tak pernah berubah
Berjalan dengan apa adanya

Di malam yang dingin dan gelap sepi
Benakku melayang pada kisah kita

Terlalu manis untuk dilupakan
Kenangan yang indah bersamamu
Tinggallah mimpi
Terlalu manis untuk dilupakan
Walau kita memang tak saling cinta
Takkan terjadi...

Di antara kita...

Minggu, 06 Mei 2012

Curhatanku Di Pagi Hari

siapa bilang aku tak cinta kau?
siapa bilang aku tak sayang kau?
siapa bilang aku tak rindu kau?
siapa bilang aku mudah membencimu?
siapa bilang aku mudah berpaling darimu?
siapa bilang aku mudah membuang cintaku?
siapa bilang aku lelah menunggumu?

Minggu, 29 April 2012

Pandang

Dengan ini aku melihat dunia. Melihat cakrawala senja di sore hari yang begitu cantik. Melihat panorama alam yang begitu syahdu. Melihat seorang pria tua yang masih segar bugar membajak sawah. Melihat seorang wanita tua yang senantiasa menemani pria tua di sawah. Melihat seorang pria muda yang menggantungkan hidupnya pada sawah kontrakan. Melihat sekelilingku yang begitu sangat sederhana.
Aku mengaguminya...
Aku sangat berterima kasih karena masih diberi media seperti ini.

Masih Ingatkah Kau????

Tulang Rusuk

Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU berfirman dan jadilah.
Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke dalam hidungnya.
Tapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah AKU meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut.
AKU membiarkan pria tertidur nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.

"Break"

Awalnya aku merasa kalau kata-kata itu sangat angker buatku. Buatku yang masih awam, istilah 'break' sama halnya dengan putus. Tetapi setelah aku pelajari dan aku pahami, istilah 'break' gak sama dengan 'putus' kok. Justru dengan 'break' kita mendapatkan manfaat antara lain nih yaaaaahhh


Selasa, 17 April 2012

SEBUAH NAMA

Sejam lalu aku melihat senyum tawanya yang sangat khas darinya. Senyum yang dapat mematikan siapa saja yang melihatnya. Jika dilihat dari segala penjuru, sebetulnya senyumnya itu biasa-biasa saja. Tak ada manis-manisnya. Tapi entah mengapa senyumnya begitu teduh bila dilihat. Senyum yang tulus dari seorang K. Ya namanya K. Aneh terdengar namun, ya memang itu namanya. K. Ia tak menuntut memiliki nama yang panjangnya sepanjang kereta api. Nama yang ada padanya adalah nama yang membawanya sampai sekarang berada pada puncak kreatifitasnya menulis. Hidupnya untuk menulis. Menulis dan menulis.

Sabtu, 24 Maret 2012

CELOTEHAN DI SENJA HARI SEBELUM SHALAT MAGRIB

ketika mulai rapuh apakah mesti mundur?
ketika merasa tak mampu apakah lantas harus berhenti?
kemudian apakah hati ini akan tetap bersatu?
pertanyaan-pertanyaan retoris ini berterbangan di kepalaku.
seolah mengece, ia menari indah layaknya penari balet profesional.
'sial' pikirku.

Rabu, 21 Maret 2012

Hari ini bertambah pula ilmu yang ku peroleh
Tentang indahnya kehidupan
Tentang hiruk pikuk dunia yang nampak bringas dipandang
Tentang keluh kesah yang sering kali menghampiriku
Tentang curcol sahabat yang ku terima dengan senang hati
hidupku biasa-biasa saja
Namun dari yang biasa itu akan tercipta sesuatu yang luar biasa.

Minggu, 18 Maret 2012

cerpenku saat mengisi salah satu tugas makul Telaah Buku Teks ^_^

Wajan dan Sutil Ibu

_nanik_
Sreng……. Sreng……. sreng…………
Tepat pukul 04.30 terdengar suara sutil dan wajan yang seperti biasa dialunkan oleh sang maestro koki. Meski koki rumahan yang kreatifitasnya terkungkum dalam keterbatasan material, kualitas rasa masakannya tak kalah dibanding dengan koki restoran bintang lima. Pukul 05.00 seperti biasa terdengar suara ia meneriakiku untuk segera menjalankan ibadah shalat subuh. Seperti biasa, pintu kamarku digedornya. Dan seperti biasa pula, “hemmmmmm” balasanku. Semua telah menjadi hal yang biasa dan semua menjadi terbiasa karena dibiasakan. Ditinggalnya aku kemudian dilanjutkan kembali ritual memasaknya. Setelah shalat subuh, aku kembali tidur dan bangun pada pukul 06. 00. Ritualku ketika aku bangun pagi adalah tanpa mencuci muka bahkan sekedar sikat gigi, aku langsung bergegas mengambil sapu dan ku sapu seluruh isi rumah dari debu yang melekat pada lantai. Ku tepiskan debu yang menempel pada kursi dan jendela dengan kemoceng. Setelah itu aku bergegas ke dapur. Kehampiri Ibu yang sedang asik menyeruput secangkir teh panas kesukaannya. Seharusnya tadi aku yang membuatkannya untuk Ibu, pikirku.


cerpen saat majalah sekolah karya aku

Aku dan Tepian

“tiktiktik…..bunyi hujan di atas genting……” gumamku sambil memandangi rintik hujan yang turun kian deras. Ya, sepertinya 2 tahun ini negeri Jamrud Khatulistiwa akan diguyur hujan tiada henti. Sesekali aku melongok keluar jendela, waaaaah…….udara dingin menyergapku, menyelimutiku hingga ketulang-tulangku. Keheningan di sore ini menambah suasana senja yang semakin menggelap. Namun, tiba-tiba saja terpecahkan oleh suara petir yang menghentakkan keheninganku.