Total Tayangan Halaman

Sabtu, 11 Mei 2013

Perjalanan Cinta



Suatu sore yang indah, tepatnya di ujung selatan kotaku. Tampak dua sejoli duduk dengan jarak yang nampaknya berjauhan. Bukan karena marahan, melainkan style keduanya memang seperti itu. Tampak sang pria memainkan gadjet-nya dan senyum simpulnya menghiasi wajah. Sementara sang gadis duduk melihat suasana kota yang tampak damai penuh inspirasi. Keduanya memang berbeda namun ada seutas tali yang menyatukan mereka. Tali itu bernama cinta. Apapun perbedaan itu, asal cinta semuanya tak akan menjadi masalah.

Kelapa muda yang biasa dihidangkan kali ini tak tampak di depan mata. Maklum saja warung degan yang biasa mereka datangi hari ini tutup dan hanya ada warung es teh manis. Sambil menyeruput es teh manis seharga 1500,- keduanya saling bergumam bercerita tentang hal apa yang akan dilakukan setelah wisuda ini. Tampaknya mata tak bisa berbohong, tak ingin ada perpisahan. Semoga Tuhan mempunyai rencana yang lebih baik untuk keduanya, gumam sang gadis dalam hati.

Sruputan terakhir pertanda mesti bergegas pulang karena waktu menunjukkan pukul 17.15. Seperti biasa keduanya melepas senyum pada ibu penunggu warung es teh dan bapak pedagang bakso bakar. Senyum terima kasih.
Perjalanan pulang yang dingin penuh cinta ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar