Sayang, kau tahu gunung
itu? iya, gunung itu yang menghalangi jasad kita untuk bertemu. Yang menjadikan
kita terkadang terhambat mencurahkan rasa rindu. Terkadang mesti tertatih-tatih
hanya untuk saling bersua. Dan terkadang menjadi masalah untuk kita berdua. Dan
kau tahu tidak berapa kilometer jarak yang terpampang di depan mata kita?
rasanya ingin sekali ku ukur dengan meteran jahit yang biasa digunakan ibu
untuk mengukur kain. Membayangkannya saja sudah membuat kram persendianku.
Kita memang berdua namun
pada kenyataannya kita berjalan sendiri menempuh berbagai rintangan yang tajam.
Meskipun demikian, kau tahu hati kita tetap saling berpegangan dan saling
menopang. Asal kita tetap saling menggenggam, segalanya akan berasa lebih manis.
Ada yang bilang, mengapa
cincin pernikahan diletakkan di jari manis karena jari manis langsung
berhubungan dengan jantung. Jadi sepasang makhluk ciptaan Tuhan yang saling
mencinta akan seperti itu. Apakah kita kelak akan seperti itu? Akankah kelak
kau akan memasangkan cincin di jari manis yang ku miliki? Aku tak memiliki
kekuatan untuk menjawabnya apalagi membayangkannya.
Terkadang aku berfikir
kalau ini tak adil. Katanya cinta. Kenapa harus terpisah? Lama aku berfikir
mencari jawabannya. Lama dan lama sekali. Dan pada akhirnya ku temui jawabannya
yaitu, karena pada dasarnya semua ini memang harus terpisah dan pergi. Ada
perpisahan karena ada pertemuan. Hidup mesti berjalan meski pedih. Namun itu
yang mesti dibayar dalam setiap kesempatan hidup.
Tuhan, apakah ini
sesungguhnya cinta yang kau takdirkan untukku? Engkau jauh mengerti apa yang
terbaik untukkku. Jika suatu saat cinta dan harapanku terlalu berlebihan,
tolong ingatkan aku pelan-pelan, Tuhan.
Jarak mengajarkanku,
betapa berharganya waktu ketika kita bertemu. Kelak ketika kita memang
ditakdirkan bersama, aku akan menyambutmu di sudut rongga kerinduanku yang
selama ini sengaja ku biarkan tetap berongga agar kelak dapat kau tutup dengan
rindu kuadrat yang kau miliki. Aku sudah kehilangan ragamu, dan aku tak ingin
kehilangan cinta dan perhatianmu.
Aku tetap menunggu saat
dimana kita bisa bergandengan tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar