Total Tayangan Halaman

Selasa, 17 April 2012

SEBUAH NAMA

Sejam lalu aku melihat senyum tawanya yang sangat khas darinya. Senyum yang dapat mematikan siapa saja yang melihatnya. Jika dilihat dari segala penjuru, sebetulnya senyumnya itu biasa-biasa saja. Tak ada manis-manisnya. Tapi entah mengapa senyumnya begitu teduh bila dilihat. Senyum yang tulus dari seorang K. Ya namanya K. Aneh terdengar namun, ya memang itu namanya. K. Ia tak menuntut memiliki nama yang panjangnya sepanjang kereta api. Nama yang ada padanya adalah nama yang membawanya sampai sekarang berada pada puncak kreatifitasnya menulis. Hidupnya untuk menulis. Menulis dan menulis.

Kehebatan yang tak pernah tampak ditonjolkan senantiasa membuatnya rendah hati. Baginya, semakin tinggi seseorang berada di atas angin semakin tinggi pula intensitasnya terkena badai.
Hari-harinya tidak jauh beda dengan sebagian anak di negeri ini. Bedanya, bangun pagi ia langsung bergegas ke warung untuk membantu Ayahnya berjualan teh hangat. Tak pernah tampak guratan penyesalan di wajahnya. Tak nampak keadaan dimana ia ingin memulai menjalankan aksi protesnya. Ia ikhlas menerima ini semua. Ia hanya berharap kelak ia dapat membangun keluarganya dari jurang kemiskinan yang sejak kecil hinga dewasa masih ia rasakan.
Tekad dan kesungguhan yang akhirnya membawanya kepada SUKSES.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar