ketika mulai rapuh apakah mesti mundur?
ketika merasa tak mampu apakah lantas harus berhenti?
kemudian apakah hati ini akan tetap bersatu?
pertanyaan-pertanyaan retoris ini berterbangan di kepalaku.
seolah mengece, ia menari indah layaknya penari balet profesional.
'sial' pikirku.
agar pertanyaan itu menjauh dariku.
agar aku tak mesti harus terjebak dalam kumpulan pertanyaan yang ngeselin itu.
berkali-kali aku mesti menjadi wanita GALAU akibat pertanyaan itu.
arrrrrrggggghhhhh!!!!!!!!
nyabelin beud kalo kata anak ABG sekarang.
hahahaha
ketawa yang kesannya maksa banget yak...
ah sudahlah...
hidup itu dinikmati saja.
enak g enak ya nikmati saja.
OK ladies yukkksss kita MOVE ON bareng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar